Rumah mewah

This slideshow requires JavaScript.

Tip 28 Lighting Design: Desain Pencahayaan/Lampu, Elemen Interior nan Ajaib

Posted by Anna Hape on Oktober 1, 2007 · 11 Komentar

annahape.com Apa yang dihasilkan dari tata lighting yang tepat? Jawab saya: segala-galanya! Terlalu hiperbolis memang. Maksud saya tak lain, lewat tata lighting yang tepat (yang didesain sejak awal sebagai bagian dari desain rumah), banyak efek “dramatis” yang Anda inginkan di rumah, di apartemen, di toko, bahkan di restoran dapat dicapai.

Pilihan dan tata letak lampu yang tepat dapat memperbesar atau memperkecil ruang, membangun suasana romantis atau ceria. Pendek kata, apa pun efek yang muncul di benak Anda, dapat disiasati lewat pencahayaan yang tepat. Berikut contoh lighting di sudut sebuah rumah mewah.

 

Dinding+lampu di atas adalah hasil desain Annahape Studio di dinding samping sebuah kolam renang. Lighting di dinding itu berfungsi sebagai aksen. Dengan model indirect lamps, kesan romantis, hangat tercipta. Lampu-lampu itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari komposisi batu alam yang disusun dengan super cermat dan detail.

Mudah-mudahan melalui foto di atas, Anda pun sudah dapat masuk dalam efek dramatis yang diinginkan. Kesan dingin dari batu alam, langsung hilang dengan komposisi lampu yang ada.

Nah sedikit berteori soal lighting, ada empat model pencahayaan yang sepatutnya kita kenal.

1. Ambient lighting, yaitu pencahayaan seluruh ruang. Technically, ambient lighting artinya total sinar yang datang dari semua arah, untuk seluruh ruang. Sebuah lampu yang diletakkan di tengah-tengah ruang hanya salah satu bagian dari ambient lighting. Tetapi bila ada sinar yang datang dari semua tepi plafon, misalnya, terciptalah ambient lighting. Dalam membuat ambient lighting, sinar haruslah cukup fleksible untuk berbagai situasi atau peristiwa yang mungkin terjadi di ruangan. Tidak mungkin ruang makan selalu romantis.

2. Local lighting, atau pencahayaan lokal. Pencahayaan jenis ini ditujukan untuk aktivitas keseharian, misalnya membaca, belajar, memasak, berdandan dan sebagainya. Pencahayaan dimaksud untuk membuat mata tidak cepat lelah.

3. Accent lighting, atau pencahayaan yang berfungsi sebagai aksen. Selain contoh di atas, pencahayaan jenis ini dapat dipakai untuk membuat sudut tertentu, barang tertentu menjadi menonjol. Pencahayaan seperti ini dapat membimbing pengunjung untuk melihat suatu barang, atau koleksi tertentu. Contohnya ada di tip 24 tentang partisi gypsum

4. Natural lighting alias sinar matahari bahkan cahaya bulan. Bila didesain sejak awal, pemanfaatan sinar matahari dapat membuat ruangan menjadi terang. Dalam tip 26 saya sudah menyarankan supaya pemilik rumah memperhitungkan desain bangunan agar sinar matahari dapat masuk ke bagian dalam rumah.

Tip singkat saya kali ini adalah: please desain lighting bersamaan dengan Anda mulai mendesain rumah. Jangan takut mencoba, Anda bisa mencipta sendiri efek dramatis yang Anda inginkan.

 

Salam

 

Mendesain dengan hati
Untuk layanan profesional hubungi Annahape Studio (klik)

i
4 Votes

 

  • Beritahu Teman via:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s