Rumah Tradisional

This slideshow requires JavaScript.

Inspirasi Dari Rumah Tradisional

Oleh: AnneAhira.com Content Team

( 0 )   |   Jumlah komentar: 0



Mungkin Anda ingin mendesain ulang rumah Anda sehingga tampak unik dan menarik? Tidak ada salahnya Anda menggali inspirasi dari rumah tradisional Indonesia dari berbagai penjuru Nusantara. Selain cantik, cara ini juga bisa menjaid upaya melestarikan budaya Indonesia.

Tidak sedikit masyarakat kita yang lebih suka menampilkan latar belakang budaya pada hunian mereka. Alasannya, bisa jadi rumah tradisional mampu menampilkan kenyamanan dan tetap indah dipandang.

Tidak hanya di bagian dalam rumah, namun juga area luar seperti pagar, taman dan teras. Tidak salah, hunian ini akan tampil beda, dan tentunya berkesan etnis namun tetap indah dipandang dan nyaman.

Ada banyak bentuk rumah tradisional yang bisa Anda terapkan untuk mempercantik rumah Anda. Tidak hanya bentuk rumah joglo khas Jawa, gaya bangunan lain juga bisa dijadikan panduan. Sebut saja gaya Bali, gaya Rumah Gadang, atau Gaya Honai. Kerajinan tangan khas Nusantara yang memiliki nilai seni juga bisa dijadikan salah satu elemen estetika dalam ruangan rumah Anda, agar kelihatan lebih menarik.

Ketika mengadaptasi rumah tradisional, Anda tidak harus mengambilnya secara utuh. Akan lebih baik jika gaya arsitektur tradisional dipadukan dengan gaya modern, karena perpaduan ini dapat menimbulkan ‘warna’ tersendiri. Unsur tradisional dalam desain pun tidak harus mengikuti dogma-dogma tradisional yang terikat aturan.

Konsep arsitektur perpaduan gaya rumah tradisional dan modern banyak disukai. Sebab, konsep menggabungkan dua budaya menjadikan tampilan rumah menjadi unik dan asri. Selain itu, dengan penerapan gaya tersebut, rumah juga tampak lebih elegan.

Beberapa perabot interior rumah tradisional yang dapat digunakan antara lain :

1. Anda bisa menggunakan atap joglo dan mengaplikasikan ornamen ukiran khas Jawa seperti nanasan, patran, tumpal, wajikan dan padma. Atau bisa juga menggunakan atap limasan lalu dipadukan dengan perabot ukiran dari Kudus.

2. Untuk pintu, Anda bisa mengaplikasikan pintu ditengah gebyok. Jika gebyok sendiri terbuat dari bahan kayu jati, Anda tinggal menyesuaikan pintu dari bahan yang sama. Pada pagi hari, cahaya yang lewat menyusuri celah-celah ukiran bunga dan tanaman ini memberikan efek dramatis. Untuk menonjolkan serat kayu jati pada gebyok, Anda bisa memberikan clear finishing.

3. Kain tenun Lombok dapat menjadi hiasan  interior rumah yang memiliki aksen tradisional tersendiri. Anda bisa menambahkan dekorasi berupa aksesoris dan pernak pernik lainnya. Hanya, ingat jumlah dan bentuk aksesoris yang akan digunakan. Jangan sampai berlebihan dan tidak cocok.

Namun, tentu saja penerapan interior rumah tradisional untuk rumah Anda kembali pada diri Anda sendiri. Intinya sesuaikan dengan tema, gaya, warna, ukuran, dan jumlahnya. Sebagai contoh, Anda menggunakan perabot bergaya Minang untuk seluruh ruangan. Jangan sampai Anda masukkan perabot ukiran Jawa pada bangunan bergaya Bali, dan sebagainya.


Berikan rating untuk artikel di atas :

Anda boleh mempublikasikan kembali tulisan di atas pada website atau blog dengan catatan :

  1. Anda harus mencantumkan sumber tulisan dengan link aktif menuju www.AnneAhira.com
  2. Anda tidak mengubah baik sebagian atau pun keseluruhan tulisan TERMASUK SEMUA LINK YANG ADA DI DALAM ARTIKEL harus tetap ada dan aktif.

Nama “Anne Ahira” dilindungi oleh Direktorat Jendral HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) Republik Indonesia No.Agenda J00-2007027969

Nama:
Email:
Komentar:
Catatan :
Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator

//


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s