Masjid

This slideshow requires JavaScript.

KEINDAHAN ARSITEKTUR ISLAM DESAIN INTERIOR Masjid Biru Turki Yang Menawan

Ads Powered by:KumpulBlogger.com

Keindahan Arsitektur Islam Desain Interior Masjid Modern.

Breathtaking! Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan keindahan interior Masjid Sultan Ahmed. Masjid ini terletak di Istanbul, Turki. Asha Gill, pembawa acara Lonely Planet Six Degree di Discovery Channel berkomentar spontan “This is insanely beautiful!” dalam salah satu episode acara itu, ketika ia berkunjung ke dalam masjid tersebut.

Interior masjid dihiasi lebih dari 20.000 handmade keramik dengan lebih dari 50 desain yang berbeda. Keramik ini berasal dari Iznik, daerah penghasil keramik kelas satu di Turki. Keramik ini didominasi warna biru, sehingga masjid ini mendapat julukan Blue Mosque.

Terdapat pilar-pilar marmer dan lebih dari 200 jendela kaca patri dengan berbagai desain yang memancarkan cahaya dari luar dengan dibantu chandeliers. Dalam chandeliers diletakkan telur burung unta untuk mencegah laba-laba membuat sarang di situ. Dekorasi lainnya adalah kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an yang sebagian besar dibuat oleh Seyyid Kasim Gubari, salah satu kaligrafer terbaik pada masa itu.

Elemen penting dalam masjid ini adalah mihrab yang terbuat dari marmer yang dipahat dengan hiasan stalaktit dan panel incritive dobel di atasnya. Tembok di sekitarnya dipenuhi dengan keramik. Masjid ini di desain agar dalam kondisi yang paling penuh sekalipun, semua yang ada di masjid tetap dapat melihat dan mendengar Imam.

Masjid Sultan Ahmed dibangun pada tahun 1609 sampai 1616, pada masa pemerintahan Sultan Ahmed I pada masa kerajaaan Ottoman. Perancang masjid ini adalah arsitek kerajaan Sedefhar Mehmet Aga yang merupakan murid dari arsitek terkenal Sinan. Orang Turki menyebut masjid ini sebagai Sultan Amed Camii (baca jamii, sebutan untuk masjid besar).

Bagian luar masjid terbentang halaman luas yang dikelilingi tembok serta bangunan kecil berbentuk lingkaran beserta beberapa pancuran, tempat berwudhu. Sayangnya tak ada pemisah antara tempat wudhu pria dan wanita. Semua dipersilakan berwudhu di bangunan kecil yang cantik tersebut.

Masjid ini adalah satu dari dua buah masjid di Turki yang mempunyai enam menara, yang satu lagi berada di Adana. Kabarnya, akibat jumlah menara yang sama dengan Masjidil Haram di Mekah saat itu, Sultan Ahmad mendapat kritikan tajam sehingga akhirnya beliau menyumbangkan biaya pembuatan menara ketujuh untuk masjidil Haram.

Yang menarik, sebuah rantai besi yang berat dipasang di atas pintu gerbang masjid sebelah barat. Di masa lalu, hanya Sultan yang boleh memasuki halaman masjid dengan mengendarai kuda, dan rantai ini dipasang agar Sultan menundukkan kepalanya saat melintas masuk agar tidak terantuk rantai tersebut. Ini dimaksudkan sebagai simbol kerendahan hati penguasa di hadapan kekuasaan Ilahi.

Selain pemandangan yang indah, Istanbul memang dipenuhi bangunan cantik bersejarah. Tidak jauh dari masjid biru, terdapat museum Aya Sofia. Selain terkenal dengan keindahan arsitekturnya, Aya Sofia sangat unik karena sejarahnya, yaitu pertama dibangun sebagai katedral (pada masa Konstantinopel), lalu diubah menjadi masjid selama 500 tahun dan sejak pemerintahan sekuler Republik Turki menjadi museum sampai saat ini. Belum lagi istana Topkapi yang menyimpan beberapa peninggalan Rasulullah. Insya Allah kita akan ‘berkunjung’ ke tempat-tempat tersebut dalam edisi berikutnya.

Tips berkunjung ke Masjid Biru, Turki

Untuk ke Turki, perhatikan syarat untuk mengambil visa, yaitu paspor dengan validasi minimal 1 tahun. Khusus bagi pemakai paspor Indonesia, jangan lupa mengurus formulir khusus di kedutaan Turki. Formulir juga bisa diperoleh di http://www.mfa.gov.tr/NR/rdonlyres/2B2FAC38-GCEA-4B5C-B4E1-0615B2C9D4FD/0/visaform.com

Usahakan untuk mengunjungi masjid di pagi hari, saat belum banyak orang yang datang sehingga tidak perlu menunggu dalam antrian untuk masuk masjid. Masjid akan ditutup untuk umum pada saat-saat waktu sholat, lima kali sehari, masing-masing sepanjang 90 menit.

Berpakaian sopan dan tertutup. Meski begitu, bagi yang berpakaian terbuka disediakan penutup oleh pengurus masjid.

Membawa tas/plastik untuk membawa alas kaki yang harus dibuka ketika memasuki masjid (pengurus masjid juga menyediakan tas plastik).

Hotel

Jika singgah ke Turki, dan ingin menyambangi Masijd Biru, boleh juga memilih sejumlah hotel yang terletak tak jauh dari lokasi wisata tersebut. Berikut ini ALiF memilihkan yang family friendly:
1. Armagrandi Spina Hotel
2. Best Western Acropol Hotel
3. Uyan Hotel
4. Megara Boutique Hotel
5. 7 Hills Hotel

sumber: detik.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s